Kalau Anda hanya membaca judulnya saja lalu menyimpulkan apa maksud saya, bisa dipastikan bahwa Anda pasti akan berpikir aneh-aneh. Klenik, pesugihan, duit gaib dan sejenisnya, begitulah mungkin kira-kira gambaran yang akan dimunculkan kepala kita jika judul ini langsung disimpulkan. So, ada baiknya saya akan jelaskan perlahan apa maksud saya.
Mungkin tidak banyak dari Anda yang tahu, bahwa saya mengawali karir dalam hidup melalui beberapa pekerjaan. Pekerjaan pertama saya adalah penjaga Warnet. Dan setelah itu, saya menjadi seorang guru TK. Dua pekerjaan pertama saya ini punya kesamaan. Kok bisa? Dimana letak kesamaannya?? Keduanya sama-sama gajinya kecil, hehehe.
Dan ketika menjalaninya, susah, senang, semangat, dan kadang putus asa datang silih berganti di hati saya. Bagaimana pun, saya ini anak yang ingin membahagiakan orang tua, laki-laki yang juga ingin sukses dunia dan akhirat melalui harta yang bisa saya gunakan untuk mencukupi kehidupan dan mendukung amalan ibadah saya. Maka kecemasan akan masa depan pun juga menjadi masalah saya di setiap harinya.
Hingga pada satu masa di tengah kegelisahan yang teramat sangat karena ketidak punyaan, saya berdoa dengan cara yang saya sendiri tak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya berpikir, bahwa profesi saya sebagai guru TK memaksa saya harus mengajarkan doa-doa, surat-surat Qur’an dan berbagai kebiasaan positif kepada anak didik saya, dan inilah yang saya jadikan senjata ke Allah tuhan saya.
“Ya Allah, aku mengajarkan mereka (anak didik) mengenal Qur’an, menghafal doa-doa, menghafal suratul Fatehah yang nantinya akan mereka gunakan seumur hidup mereka dalam sholatnya. Jika semua yang hamba lakukan itu tadi bernilai kebaikan, maka hamba memohon kepada Mu, tolong tunaikan semua kebaikan hamba tadi dalam bentuk kemudahan dalam hidup dan juga kemudahan dalam rejeki.”
Begitulah kira-kira doa saya, dan belakangan baru saya pahami bahwa itu yang namanya tawasul. Berdoa dengan menggunakan amal baik sebagai sebab musababnya atau nilai tukarnya. Tentu ini lebih etis menurut saya jika kita harus meminta kepada Allah.
Inilah yang saya sebut sebagai “Rekening Gaib”. Setiap kita pasti punya rekening gaib, yang saldonya terus bertambah karena seiring bertambahnya amalan baik kita. Hanya saja, kita sering lupa untuk mengubahnya jadi cash supaya mudah hidup kita. Kita lupa menukarkan poin amal kebaikan dengan hadiah Allah berupa kelapangan rejeki, kelancaran urusan dan solusi atas masalah-masalah yang ada.
Tentu setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menambah saldo “Rekening Gaib” nya. Ada yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat, ada yang dengan jalan berbakti kepada orang tuanya, ada yang taat kepada suaminya, ada yang bertanggung jawab kepada keluarganya, ada yang jujur dalam tugas dan amanahnya, dan banyak lagi yang bisa kita gunakan sebagai penambah “Rekening Gaib” dalam kehidupan kita. Tinggal sekarang, jika memang dibutuhkan, tak ada salahnya sesekali menarik saldo Anda demi kemudahan hidup Anda. Berdoa, bertawasul dengan amalan baik akan menjadikan impian-impian Anda mungkin lebih cepat terwujud, dan beban-beban masalah yang selama ini membebani hati akan Allah singkirkan, supaya kita bisa berlari makin kencang. Insyaallah.
Wallahu’alam..
0 komentar:
Posting Komentar