Rasa sakit, adalah bagian dari bukti bahwa kita masih hidup. Karena tak mungkin lagi orang yang mati merasakan sakit. Maka apapun bentuk sakit yang kita rasakan baik lahir maupun batin, adalah sebuah paket yang tak bisa kita tolak keberadaannya.
Hanya saja.. Ada rasa sakit yang menjadikan orang menjadi dewasa, namun ada juga sebagian orang yang justru menjadikan rasa sakit sebagai alasan untuk tidak bergerak dan berubah.
Tidak dipungkiri bahwa sering kali rasa sakit ini membekas begitu dalam akibat peristiwa di masa lalu yang menyakitkan, namun jangan lupa, itu sudahlah berlalu. Semakin anda mengingatnya, rasa sakit akan semakin menguat dan memberat.
Saya analogikan, bahwa rasa sakit itu seperti rantai yang menjerat leher. Banyak orang yang mengeluh akan rasa sakit di masa lalu, tapi anehnya ia tak segera melepaskan rantai di lehernya. Mereka justru sibuk memposting tulisan penyemangat diri seputar keadaannya.
Salahkan memposting di media sosial tentang kepositifan yang berkaitan dengan masalah kita dengan harapan kita menjadi merasa lebih baik? Tentu tidak salah. Tapi dari kacamata saya, itu menyedihkan.
Karena sejatinya, bukannya kita melepas belenggu rantai rasa sakit masa lalu, kita justru tengah menghias rantai rasa sakit di masa lalu, lalu kita beri liontin yang indah berupa kata-kata positif dan berharap rantai itu berubah menjadi kalung yang memperindah diri Anda. Sungguh ironi bukan?
So, apapun rasa sakit yang Anda rasakan.. Lepaskan, maafkan lupakan, jangan lagi mengungkitnya meski dalam bentuk kalimat memotivasi sekalipun. Bukan hanya menjadikan anda tak bisa lepas dari belenggu rantai masa lalu, tapi, orang lain pun menjadi tahu bahwa Anda sedang berusaha menolak kesakitan dengan mempertontonkan senyuman yang dipaksakan.
Wallahu'alam..
0 komentar:
Posting Komentar