Kamis, 24 September 2015

Sumber Kemaksiatan

0

Saya pernah membaca salah satu hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa larangan untuk tergesa-gesa. Bagaimana haditsnya? Beginilah lengkap redaksinya;
Rasulullah SAW bersabda,“Ketenangan [tidak gergesa-gesa] adalah dari Allah, sedangkan ketergesa-gesaan adalah dari syaithan.” (riwayat Abu Bakr bin Abi Syaibah dari Anas bin Malik RA. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah no. 1795)
Saya sempat tidak paham dengan hadits ini. Kenapa sampai tergesa-gesa saja sampai di atur dalam agama dan malah digolongkan bersumber dari setan. Bukankah pada jaman maju begini semua harus serba cepat. Karena jika tidak, kita bias tertinggal dengan kompetitor kita. Begitu bukan logisnya?
Namun lagi-lagi kedewasaan itu muncul karena pengalaman hidup. Saya baru mengerti setelah saya melihat banyaknya teman-teman saya yang pusing, stress, dan gelisah di setiap akhir bulan karena harus membayar cicilan-cicilan mereka di Bank atas kepemilikian rumah dan kendaraan. Di sini baru saya memahami.
Pantaslah kalau Rasulullah SAW sampai memperingatkan bab tentang sikap tergesa-gesa ini. Benar juga bahwa akhirnya saya mengerti, bahwa hampir semua kemaksiatan diawali dari ketidak sabaran.
Tergesa-gesa ingin kaya, akhirnya yang dipilih adalah jalan korupsi, mencuri atau menipu. Bahkan jika lebih jauh dan nekat, seseorang bisa terjerumus ke dalam kesyirikan karena mendatangi para dukun untuk meminta pesugihan, ajian penglaris, atau sejenisnya demi keinginan ingin cepat kaya.
Tergesa-gesa ingin punya rumah, punya mobil, punya kendaraan akhirnya milih kredit ke Bank atau ke lembaga-lembaga keuangan yang menyebabkan kita semua terjerat dalam kejahatan Riba. Padahal Allah sendiri sudah dengan tegas dalam Al Qur’an menyatakan memerangi Riba, tapi kita dengan sengaja hanya karena ketidak sabaran memilih untuk memilih jalan yang Allah sendiri sangat benci di muka bumi ini.
Bahkan maraknya pacaran di kalangan generasi muda yang berujung pada berbagai macam zina sekalipun sungguh tak lepas dari sifat ketidak sabaran alias tergesa-gesa ini. Maka tak salah jika kemudian Rasulullah SAW sampai-sampai “ngurusin” bab tergesa-gesa. Dan akhirnya kita semakin mengerti bahwa benarlah berbagai peringatan yang telah ada untuk kita semuanya, sesungguhnya hanya untuk kebaikan kita semua sebagai manusia, sebagai hamba dan sebagai umat.
Semoga Allah menambahkan kesabaran kepada kita semua, dan menjadikan kita hamba-hamba Allah yang senantiasa menjaga diri dari sikap tergesa-gesa. Aamiin allohuma aamiin.

Wallahu’alam..

Rekening Gaib

0

Kalau Anda hanya membaca judulnya saja lalu menyimpulkan apa maksud saya, bisa dipastikan bahwa Anda pasti akan berpikir aneh-aneh. Klenik, pesugihan, duit gaib dan sejenisnya, begitulah mungkin kira-kira gambaran yang akan dimunculkan kepala kita jika judul ini langsung disimpulkan. So, ada baiknya saya akan jelaskan perlahan apa maksud saya.
Mungkin tidak banyak dari Anda yang tahu, bahwa saya mengawali karir dalam hidup melalui beberapa pekerjaan. Pekerjaan pertama saya adalah penjaga Warnet. Dan setelah itu, saya menjadi seorang guru TK. Dua pekerjaan pertama saya ini punya kesamaan. Kok bisa? Dimana letak kesamaannya?? Keduanya sama-sama gajinya kecil, hehehe.
Dan ketika menjalaninya, susah, senang, semangat, dan kadang putus asa datang silih berganti di hati saya. Bagaimana pun, saya ini anak yang ingin membahagiakan orang tua, laki-laki yang juga ingin sukses dunia dan akhirat melalui harta yang bisa saya gunakan untuk mencukupi kehidupan dan mendukung amalan ibadah saya. Maka kecemasan akan masa depan pun juga menjadi masalah saya di setiap harinya.
Hingga pada satu masa di tengah kegelisahan yang teramat sangat karena ketidak punyaan, saya berdoa dengan cara yang saya sendiri tak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya berpikir, bahwa profesi saya sebagai guru TK memaksa saya harus mengajarkan doa-doa, surat-surat Qur’an dan berbagai kebiasaan positif kepada anak didik saya, dan inilah yang saya jadikan senjata ke Allah tuhan saya.
“Ya Allah, aku mengajarkan mereka (anak didik) mengenal Qur’an, menghafal doa-doa, menghafal suratul Fatehah yang nantinya akan mereka gunakan seumur hidup mereka dalam sholatnya. Jika semua yang hamba lakukan itu tadi bernilai kebaikan, maka hamba memohon kepada Mu, tolong tunaikan semua kebaikan hamba tadi dalam bentuk kemudahan dalam hidup dan juga kemudahan dalam rejeki.”
Begitulah kira-kira doa saya, dan belakangan baru saya pahami bahwa itu yang namanya tawasul. Berdoa dengan menggunakan amal baik sebagai sebab musababnya atau nilai tukarnya. Tentu ini lebih etis menurut saya jika kita harus meminta kepada Allah.
Inilah yang saya sebut sebagai “Rekening Gaib”. Setiap kita pasti punya rekening gaib, yang saldonya terus bertambah karena seiring bertambahnya amalan baik kita. Hanya saja, kita sering lupa untuk mengubahnya jadi cash supaya mudah hidup kita. Kita lupa menukarkan poin amal kebaikan dengan hadiah Allah berupa kelapangan rejeki, kelancaran urusan dan solusi atas masalah-masalah yang ada.
Tentu setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menambah saldo “Rekening Gaib” nya. Ada yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat, ada yang dengan jalan berbakti kepada orang tuanya, ada yang taat kepada suaminya, ada yang bertanggung jawab kepada keluarganya, ada yang jujur dalam tugas dan amanahnya, dan banyak lagi yang bisa kita gunakan sebagai penambah “Rekening Gaib” dalam kehidupan kita. Tinggal sekarang, jika memang dibutuhkan, tak ada salahnya sesekali menarik saldo Anda demi kemudahan hidup Anda. Berdoa, bertawasul dengan amalan baik akan menjadikan impian-impian Anda mungkin lebih cepat terwujud, dan beban-beban masalah yang selama ini membebani hati akan Allah singkirkan, supaya kita bisa berlari makin kencang. Insyaallah.

Wallahu’alam..

sakit tanda hidup

0

Rasa sakit, adalah bagian dari bukti bahwa kita masih hidup. Karena tak mungkin lagi orang yang mati merasakan sakit. Maka apapun bentuk sakit yang kita rasakan baik lahir maupun batin, adalah sebuah paket yang tak bisa kita tolak keberadaannya.
Hanya saja.. Ada rasa sakit yang menjadikan orang menjadi dewasa, namun ada juga sebagian orang yang justru menjadikan rasa sakit sebagai alasan untuk tidak bergerak dan berubah.
Tidak dipungkiri bahwa sering kali rasa sakit ini membekas begitu dalam akibat peristiwa di masa lalu yang menyakitkan, namun jangan lupa, itu sudahlah berlalu. Semakin anda mengingatnya, rasa sakit akan semakin menguat dan memberat.
Saya analogikan, bahwa rasa sakit itu seperti rantai yang menjerat leher. Banyak orang yang mengeluh akan rasa sakit di masa lalu, tapi anehnya ia tak segera melepaskan rantai di lehernya. Mereka justru sibuk memposting tulisan penyemangat diri seputar keadaannya.
Salahkan memposting di media sosial tentang kepositifan yang berkaitan dengan masalah kita dengan harapan kita menjadi merasa lebih baik? Tentu tidak salah. Tapi dari kacamata saya, itu menyedihkan.
Karena sejatinya, bukannya kita melepas belenggu rantai rasa sakit masa lalu, kita justru tengah menghias rantai rasa sakit di masa lalu, lalu kita beri liontin yang indah berupa kata-kata positif dan berharap rantai itu berubah menjadi kalung yang memperindah diri Anda. Sungguh ironi bukan?
So, apapun rasa sakit yang Anda rasakan.. Lepaskan, maafkan lupakan, jangan lagi mengungkitnya meski dalam bentuk kalimat memotivasi sekalipun. Bukan hanya menjadikan anda tak bisa lepas dari belenggu rantai masa lalu, tapi, orang lain pun menjadi tahu bahwa Anda sedang berusaha menolak kesakitan dengan mempertontonkan senyuman yang dipaksakan.
Wallahu'alam..

Seharusnya benar merindukanmu

0

Ramadhanku telah berlalu.. hanya dalam hitungan yang tak lama lagi..
Biasanya saat-saat seperti ini, orang akan berucap dimana-mana bahwa mereka merindukan Ramadhan..
Namun hati ini bertanya, apa benar demikian adanya?
Karena jika memang rindu Ramadhan, harusnya mereka melanjutkan puasanya, agar bulan yang lain tetap terasa seperti Ramadhan..
Jika memang rindu Ramadhan, harusnya tetap engkau hidupkan tadarus Al Quran yang selama sebulan penuh ini lazim berkumandang..
Harusnya engkau teruskan juga kebiasaan sholat berjamaah di masjid, lengkap dengan semua sarung, mukena dan wangi-wangian yang sebulan ini kita tampilkan..
Juga zakat sedekah yang saat Ramadhan ini seolah kita wajibkan karena meyakini kebaikan bulannya..
Jika memang rindu pada Ramadhan, bukankah seharusnya itu yang kita lakukan??

Ramadhan itu sebenarnya tak hanya mulia karena memang diciptakan demikian adanya.. tapi juga karena amalan-amalan baik yang selama Ramadhan itu dilakukan oleh manusia secara sadar, konsisten, beramai-ramai dan berlomba-lomba..
Maka tatkala semua itu terus dilakukan,, bukankah Ramadhan juga akan menjadi hadir di setiap bulan bagi kita??

Maka aku pun bertanya pada diriku, bukankah seharusnya aku juga merindukan Ramadhan??
Seperti kebanyakan status facebook, twitter, dan BBM yang pasti sebentar lagi akan bermunculan dan bertebaran,. Bahkan lewat broadcast-broadcast yang sebenarnya sudah mulai membosankan..
Tapi aku pun juga tak bisa memungkiri betapa senangnya pula aku ditinggalkan Ramadhan karena sebentar lagi, makanan akan banyak terhidang..
Saudara, kerabat dan handai taulan datang berkunjung untuk bersalam-salaman..
Tetangga datang bermaaf-maafan..
Dan warung makan buka di kala siang..

Semua itu jugalah yang aku rindukan,,
Maka aku bingung sekarang.. apakah aku harus berpura-pura kehilangan Ramadhan supaya dikira alim.. atau aku menyambut syawal dengan riang sebagai fitrahku bersenang-senang??
Aku ini hanya hamba yang munafik yang hanya ingin terlihat alim di depan manusia, tapi sesungguhnya tak tahu apa sebenarnya yang dirindukannya..
Lha wong semua yang katanya dirindukan tidaklah dilakukan.. bukankah ini hanya kemunafikan agar tetap dipandang manusia beriman??

Duh gusti Allah ku,.. aku bingung harus bersikap..
Aku tak ingin menjadi orang yang Kau sebut dalam kitab Mu, “maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”.

Hamba tak ingin berdusta kepada Mu..
Maka aku mengakui, iman ini belum cukup untuk mengerti bahasa MU..
Ramadhan ini adalah nikmat yang Engkau berikan.. dan sudah seharusnya hamba merindukannya..
Maka aku berdoa, cukupkan ilmu hamba, tinggikan iman hamba agar hamba Mu ini benar-benar mengerti bahasa kasih Mu, lalu merindukan semua kebaikanmu termasuk Ramadhan yang baru saja meninggalkanku..

Jadikanlah aku manusia yang mampu meletakkan kesenangan dunia di bawah kakiku hingga aku mampu memperbudaknya..
Bukan manusia yang menaruh harta di kepalanya, hingga aku menjadi dibuat sibuk terus memikirkannya..
Apalagi sampai menjadi manusia yang mencintai harta hingga ke lubuk hatinya, hingga tak rela hati ini sejenak tidak memperdulikannya..
Karena aku ingin hanya bisa menikmati setiap nikmat Mu.. aku hanya ingin bisa menikmati setiap pemberian Mu..
Lalu bersyukur dan merindu tatkala nikmat itu tak kunjung datang kepadaku..
Seperti nikmat Ramadhan Mu..

Walaupun sebenarnya aku mengerti apa yang menjadi penyebab kebingunganku,,
Bisa jadi aku tak lagi terlalu merindukan Ramadhan karena aku begitu doyan akan makanan,,
Bisa jadi aku tak lagi terlalu rindu dengan Ramadhan karena aku sudah lebih senang sholat sendirian..
Bisa jadi aku tak lagi terlalu rindu dengan Ramadhan karena aku sudah sibuk dengan ponsel genggam dari pada menggenggam Al Qur’an..
Bisa jadi aku tak lagi terlalu rindu dengan Ramadhan karena aku sudah mulai tak menghitung zakat sebagai kewajiban..
Bisa jadi aku tak lagi terlalu rindu dengan Ramadhan karena aku tak lagi suka dengan segala hal yang menahan.. hingga tanpa sadar sebenarnya aku sudah bergelar serakah,. Tapi berdalih agar bisa membantu lebih banyak orang susah..

Aku ingin kembali kepada fitrahku yang sebenarnya..
Hingga tanpa tanda kurung lagi aku bisa berkata,
Aku Seharusnya Merindukan Ramadhan, jika memang aku beriman..

Mencari Suami Kaya

0

Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:
“Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya? Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (sekitar Rp.5,5 Miliar) atau lebih.
Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan sampai dengan $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York. Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang-orang seperti Anda?
Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah saya capai. Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah barat New York City Garden, penghasilan $250 ribu tentu tidak cukup.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
- Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu berkumpul? Mohon nama dan alamat bar, restauran, dan gym yang sering dikunjungi.
- Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah yang bisa menjadi pacar Anda?
Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.
Terima kasih,
Gadis Jelita
*********************************************
Dan inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial;
Dear Gadis Jelita,
Saya membaca e-mail anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional.
Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.
Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan.
Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu.
Kelihatannya adil dan cukup wajar. Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas. Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang terapresiasi sedangkan Anda adalah aset yang terdepresiasi. Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial.
Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian. Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan” .
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.
Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.
Semoga jawaban saya dapat membantu.
Tertanda,
JP Morgan

Tentang Saya

0

Assalamu 'alaikum Sahabat Vinovation


Salam perkenalan dari saya, Hardiyanto

Blog ini didedikasikan buat umum untuk berbagi hal yang bermanfaat dalam sebuah karya tulis..


Semoga halaman ini mampu menjadi salah satu pintu inspirasi dan informasi bagi anda yang ingin bertumbuh lebih baik.


salam vinovation

Hardiyanto

Ayahku Lebih Memukau Dari Sirkus

0

Pada suatu masa, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah desa di pinggiran kota London yang hidup dengan damai dan penuh suka cita. Keluarga ini terdiri dari sepasang suami istri dan delapan anaknya. Mereka nampak rukun dan penuh dengan kesyukuran. Tak ada televisi, tak ada video game, tak ada uang berlimpah untuk memasak makanan mewah. Satu-satunya hiburan mereka adalah berkumpul bersama.
Hingga pada suatu waktu diberitakan bahwa sebentar lagi akan ada rombongan sirkus besar yang akan datang ke kota. Sang ayah merasa bahwa inilah kesempatan untuk memberikan pengalaman dan hiburan istimewa bagi keluarganya. Dan sejak hari itu, sang ayah mulai menabung untuk bisa membeli tiket untuk dirinya, istrinya dan ke delapan anaknya.
Tibalah hari yang dinanti, hari dimana rombongan sirkus yang dikabarkan memang benar datang ke kota untuk menggelar pertunjukannya. Sang ayah, beserta keluarganya pun pergi ke kota, bersiap untuk menyaksikan pertunjukan luar biasa yang mungkin tak akan pernah mereka banyangkan sebelumnya.
Maka, sang ayah dengan uang tabungannya pun antri di depan loket pembelian tiket. Tiba gilirannya, ternyata uang yang dia bawa tidaklah cukup untuk membeli 10 tiket yang dibayangkannya. Kecewa dengan apa yang baru saja terjadi, ia pun berbalik dan bersiap menyampaikan kabar ini pada keluarga yang telah menunggu kegirangan di pintu masuk pertunjukan.
Tapi nasib berkata lain, kejadian tadi telah dilihat oleh seorang pria lain dari kejauhan. Dan pria ini pun mendatangi sang ayah delapan anak tadi. Menabraknya. Lalu Membungkuk seperti mengambil sesuatu dari tanah. Dan berkata,
“Ini pak, uang bapak jatuh. Segera antrilah lagi, dan belikan lah tiket untuk anak-anak Anda”, begitulah kata sang pria ini kepada siayah delapan anak yang sengaja ditabraknya, sambil memberikan kode kedipan mata sebagai isyarat bahwa ini adalah sandiwara antara mereka.
Menyadari keadaan ini, sang ayah delapan anak tadi pun langsung memberikan senyuman sebagai isyarat atas kebaikan pria mulia yang menolongnya barusan. Yang dengan rela memberikan uangnya dengan tetap memperhatikan kehormatan orang yang dibantunya. Dan hari itu sepasang suami istri dan delapan anaknya berhasil menonton sebuah pertunjukan sirkus yang begitu menarik sesuai dengan harapan mereka.
Sementara itu, di luar tenda sirkus yang megah itu, terjadilah pembicaraan antara seorang anak dan ayah dalam sebuah perjalanan pulang ke rumah karena tak jadi menonton sirkus. Kenapa tak jadi? Karena ayah inilah yang tadi telah memberikan uangnya kepada ayah lain yang ingin membelikan tiket untuk istri dan delapan putranya. Dan inilah percakapan mereka,
“Maafkan ayah ya nak.. ayah tidak bisa memenuhi janji ayah untuk mengajakmu menonton sirkus hari ini. Karena ayah harus memberikan uang tiket kita kepada seorang ayah yang lain, yang mungkin lebih membutuhkannya dari pada kita. Lain kali, kita pasti akan bisa mendapatkan kesempatan ini lagi.”, Kata sang ayah kepada anaknya yang turut pulang mengiri di sampingnya.
Dan sang anak ini pun menjawab, “Tidak apa-apa ayah, mungkin aku memang tidak melihat sebuah pertunjukan sirkus yang memukau. Tapi hari ini, aku menyaksikan sebuah pertunjukan yang jauh lebih menarik dari pada pertunjukan sirkus manapun. Yaitu, seorang yang Ayah yang luar biasa.”
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com